ADAB BERMEDIA SOSIAL BAGI SHOLIHAH

 

Materi Kajian Keislaman Sesi 2

Oleh : Ratri Gita Wulandari, S.Pd.

 

Bismillaahirrohamaanirrohiim

Assalamu’alaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuh

 

Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin, Nahmaduhu Wanastaiinu Wanastaghfiruhu,,,Wana ‘Uuddzu Billahi Min Syururi Anfusina Wamin Ssaayyiati A`Malina...Mayyahdillahu Fala Mudhillalah Wamayuddhlilhufala Haadiya Lahu.. Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah Wa Ashadu Anna Muhammadarrasulullah Allahummasalli ‘Alaa  Muhammad Wa Ala Ali Muhammad... Amma Ba`Du.

 

Sebagai hamba Allah yang beriman marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kesehatan iman lahir dan batin kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka hanya semata-mata menghambakan diri kepada Allah SWT.

 

Salawat dan salam tidak lupa kita haturkan kepada junjungan kita nabi Allah Muhammad SAW yang telah menngantarkan umat manusia dari peradaaban hidup yang jahiliyah menuju pada peradaban hidup yang modern yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang kita rasakan pada saat ini. Semoga kita semua termasuk hambanya yang taat, yang berhak mendapatkan syafaatnya di hari akhir kelak. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin

 

Ukhti fillah yang dirahmati Allah...Dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan  kajian dengan tema :

 

 

 

 

ADAB BERMEDIA SOSIAL BAGI SHOLIHAH

 

Ukhti fillah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala

Sebelum membahas materi mengenai adab bersosial media, ada baiknya kita mengetahui terlebih dulu apa itu Media Sosial, apa manfaatnya, peran media sosial termasuk dampak positif dan negatif dari media sosial itu sendiri.

Media sosial (sering disalahtuliskan sebagai sosial media) adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blogjejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Berikut ini dapat dilihat ciri-ciri media sosial.

1.    Pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang tetapi lebih luas jangkauannya. Contohnya pesan melalui SMS, Whatapps, telegaram ataupun internet.

2.    Pesan yang disampaikan bebas atau tanpa harus melalui suatu Gatekeeper (penjaga gerbang adalah orang yang memilih, mengubah, dan menolak pesan dapat mempengaruhi aliran informasi kepada seseorang atau sekelompok orang).

3.    Pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat dibanding media lainnya.

4.    Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi.

 

Manfaat Media Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Selain karena memudahkan interaksi, media sosial juga memiliki manfaat lain dalam kehidupan sehari-hari, beberapa di antaranya:

§  Interaksi sosial

Dalam dunia komunikasi, media sosial bermanfaat sebagai sarana untung membangun hubungan atau relasi. Bahkan media sosial membantu kita untuk berkomunikasi jarak jauh karena media sosial memiliki jangkauan global. Media sosial mempermudah kita untuk berinteraksi di mana pun kita berada.

§  Media penghibur

Saat ini sudah banyak jenis media sosial sebagai media penghibur, salah satunya YouTube. Kita dapat mencari berbagai hal untuk menghibur diri kita. Mulai dari cerita-cerita lucu maupun gambar-gambar lucu. Berbagai hal menarik dapat kita cari dalam jejaring sosial untuk menghibur kita.

§  Media informasi

Kita dapat mengunggah berita-berita terkini pada jaringan internet untuk membantu kita mendapatkan banyak informasi. Tidak hanya berita-berita, informasi lainnya juga dapat menjadi sumber pengetahuan.

§  Menggali kreativitas

Beragam bentuk media sosial yang ada dapat digunakan oleh kita untuk menggali kreativitas serta mengekspresikan dirinya, misalnya dengan menulis artikel atau berbagi pengalaman di blog.

Peran Media Sosial

Media sosial seperti YouTube, blog, facebook, twitter memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak, iklan, TV, brosur dan selebaran.

 

Dampak Positif Dan Negatif Media Sosial

Berikut ini merupakan dampak positif dan negatif dari media sosial:

Dampak Positif

  1. Mempererat silaturahim: Dalam hal bersilaturahim, penggunaan media sosial ini sangat cocok untuk dapat berinteraksi dengan orang yang berjauhan tempat tinggalnya.
  2. Menambah wawasan dan pengetahuan: Akhir-akhir ini banyak akun sosial media yang selalu membagi wawasan dan pengetahuan, hal ini sangat menarik karena kita dapat menambah wawasan dan pengetahuan secara praktis.
  3. Menyediakan informasi yang tepat dan akurat: Informasi dapat kita peroleh dari sosial media, baik itu informasi perguruan tinggi, lowongan kerja, ataupun beasiswa.
  4. Menyediakan ruang untuk berpesan positif: Penggunaan sosial media saat ini sudah banyak digunakan oleh para tokoh agama, ulama, ataupun motivator.
  5. Mengakrabkan hubungan pertemanan: Media sosial akan mengakrabkan suatu pertemanan, kala seseorang malu bertanya di dunia nyata.

Dampak Negatif

  1. Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata.
  2. Situs jejaring social akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri.
  3. Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring social.
  4. Situs jejaring social adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan.
  5. Pornografi : Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
  6. Penipuan : Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu.

Ukhti fillah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala..

Setelah mengetahui pengertian media social dengan segala pernak-perniknya maka saatnya kita untuk mengetahui rambu-rambu dan tuntunan bermedia sosial, antara lain:

Pertama, tidak menyaksikan konten dan video yang tidak sesuai dengan syariah, seperti video asusila, apalagi menyebarluaskannya. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW, "Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang)...." (HR Ahmad).

Kedua, tidak melalaikan pengguna akan kewajiban atau aktivitas yang lebih prioritas. Melalaikan aktivitas wajib, misalnya, memanfaatkan hari kerja saat work from home (WFH) dengan mengikuti obrolan dan merespons pertanyaan di grup Whatsapp, hingga melalaikan jam kerja serta tugasnya di rumah. Melalaikan aktivitas yang lebih prioritas itu tidak sesuai dengan tuntunan, seperti berlama-lama chatting hingga menghabiskan waktu produktifnya. Ibnu Qayyim berkata, "Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknya." (Ibnu Qayyim, al-Fawaid hlm 44).

Ketiga, memanfaatkan fitur dan konten yang positif. Seperti, memanfaatkan medsos untuk tabayyun atas berita yang dibutuhkan oleh pribadi atau orang banyak tentang kebenarannya atau ikut membagikan berita-berita yang dibutuhkan oleh masyarakat. Maka, itu bernilai kebaikan. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW, "Barang siapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya." (HR Muslim).

Keempat, informasi dan pernyataan yang dibagikan ke media sosial itu sahih, bermanfaat, tidak menyebabkan fitnah atau permusuhan.

Kelima, menggunakan kalimat yang santun, jelas, serta sesuai momentum agar pesan bisa diterima dan dipahami sehingga menjadi kebaikan. Sebagaimana penegasan Ali bin Abi Thalib RA, "Berbicaralah kepada manusia dengan yang mereka pahami. Apakah kalian suka apabila Allah dan Rasul-Nya didustakan?" (HR Bukhari).

 

Ukhti fillah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala..

Layaknya pergaulan di dunia nyata yang pasti bertemu dengan lawan jenis maka pergaulan di dunia maya pun demikian adanya. Oleh karena itu dalam bergaul di media social pun kita tetap harus memperhatikan adab-adab pergaulan sesuai dengan kaidah nilai keislaman.

Adab pergaulan ini sama sekali bukan dalam rangka membatasi ekspresi kebebasan wanita. Akan tetapi sebaliknya yaitu menjaga dan melindungi wanita dari berbagai macam keburukan dan kejahatan di masyarakat. Diantara adab tersebut adalah:

1.    Tidak bertabaruj dalam pergaulan.

Makna Tabarruj secara ringkas adalah memamerkan dan mempertontonkan aurat serta perhiasan lainnya kepada orang yang tidak halal baginya sehingga orang tersebut tertarik atau tergoda olehnya. Dizaman ini banyak sekali wanita muslimah yang tidak mengindahkan aturan ini. Kita dapati mayoritas kaum muslimah bertabaruj ketika berinteraksi dengan masyarakat. Mulai dari model baju dan celana yang sempit dan pendek sampai make up yang seronok dan berlebihan. Budaya inilah budaya jahiliyyah yang dilarang Alloh dalam firmannya.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab [33]: 33)

Termasuk bagian dari tabaruj adalah memakai wangi-wangian dimuka umum sehingga membuat orang yang dilewatinya mencium baunya dan berhasrat padanya.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda: “wanita mana saja yang memakai wewangian, kemudian dia melewati kaum (laki-laki) agar mereka mencium baunya maka dia pezina” (HR. An Nasa’i, Abu Dawud, At Tirmidzi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban)

Orang yang bertabaruj terutama dengan pakaian tapi pada hakikatnya telanjang karena menampakkan aurot mendapatkan ancaman dari Rosululloh sholallohu alaihi wasallam dalam sabdanya: “Dua golongan ahli neraka yang belum aku lihat: Orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, mereka mencambuki manusia dengannya; dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan menggoyangkan kepalanya seperti bergoyangnya punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya itu bisa dicium dari jarak sekian dan sekian” (HR. Muslim)

Termasuk dalam kategori tabaruj adalah memakai hijab akan tetapi tipis dan penuh dengan hiasan, tulisan funky dan gaul serta motif bordiran yang membuat orang lain tertarik walaupun derajatnya tidak seperti orang yang membuka aurat.

2. Menjaga Pandangan dan kemaluan.

Dalam pergaulan wajib bagi wanita menjaga pandangannya dari hal-hal yang diharamkan seperti aurat laki-laki dan memandang laki-laki dengan syahwat. Alloh subhanahu wa ta’alaberfirman;

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ (31)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya. (QS. An-Nuur [26]: 30-31)

Namun Jika secara tidak sengaja melihat sesuatu yang haram, hendaknya segera memalingkan pandangannya. Hal Sebagaimana yang dirangkan dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas bahwasanya dia telah berkata: “Fadhl pernah dibonceng oleh Rosululloh. Kemudian ada seorang wanita Khots’am yang lewat, lantas Fadhl melihat wanita itu, dan wanita itu pun melihat Fadhl. Melihat kejadian tersbut, dengan segera Nabi memalingkan wajah Fadhl ke arah yang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menjaga pandangan merupakan sarana terbesar dalam menjaga kemaluan sebagaimana penjelasan Ibnul Qoyyim rohimahulloh dalam kitab beliau Al-Jawabul Kafi: “Pandangan adalah asal seluruh bencana yang menimpa manusia. Bermula dari pandangan akan lahirlah keinginan, dan keinginan akan melahirkan pemikiran. Dari pemikiran akan lahirlah syahwat (hawa nafsu) yang pada akhirnya syahwat itu akan mendorong menjadi keinginan yang sangat kuat hingga terjadi apa yang ia inginkan.”

Sayangnya hari ini banyak sekali wanita yang tidak mengamalkan nasihat ini kecuali yang dirahmati Alloh. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya muslimah yang memajang fotonya di media social yang tidak menggunakan hijab atau jika menggunakan hijab pun muslimah ke tersebut meneggunakan make up tebal.

3. Berbicara terhadap lawan Jenis dengan Tegas.

Dalam bergaul di masyarakat baik di dunia nyata atau dunia maya (media social) dianjurkan bagi seorang wanita muslimah berbicara dengan tegas dan tidak mendayu-dayu sehingga membuat lawan bicaranya terfitnah dengan suaranya. Baik berbicara langsung maupun lewat telefon. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Perkataan yang baik.” (QS. al-Ahzab [33]: 32)

Suara wanita yang mendayu-dayu dan merayu lewat pembicaraan ataupun nyanyian jelas diharamkan.

Dalam hal ini Syakh Al-Fauzan pernah ditanya tentang hukum wanita yang melembutkan suara maka beliau menjawab dengan dua jawaban.

PertamaSeorang wanita tidak boleh berbicara dengan lelaki yang bukan mahramnya (ajnabi) kecuali bila dibutuhkan dan dengan suara yang tidak membangkitkan syahwat lelaki. Juga si wanita tidak boleh memperluas pembicaraan dengan lelaki ajnabi melebihi kebutuhan.

Kedua: Melembutkan suara yang dilarang dalam Al-Qur’an adalah melunakkan suara dan membaguskannya sehingga dapat membangkitkan fitnah. Oleh karena itu, seorang wanita tidak boleh mengajak bicara lelaki ajnabi dengan suara yang lembut. Ia tidak boleh pula berbicara dengan lelaki ajnabi sebagaimana berbicara dengan suaminya, karena hal tersebut dapat menggoda, menggerakkan syahwat, dan terkadang menyeret kepada perbuatan keji. Sementara itu, telah dimaklumi bahwa syariat yang penuh hikmah ini datang untuk menutup segala jalan/perantara yang mengantarkan kepada hal yang dilarang. Adapun perubahan suara si wanita karena malu tidaklah termasuk melembutkan suara. Wallahu a’lam.”(Jaridah al-Muslimun no. 68, sebagaimana dinukil dalam Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, hal. 689—690)

4. Menghindari berkholwat/bersepi-sepian.

Berkholwat adalah berduaan dan bersepi-sepi dengan laki-laki asing yang bukan mahromnya termasuk di dalamnya berkomunikasi dengan jalur pribadi yang istilah sekarang dikenal dengan japri kecuali pembicaraan penting yang berkaitan dengan pekerajaan yang mengharuskan berbicara memalui jalur pribadi atau transaksi jual beli onlilne. Mahrom adalah seseorang yang haram dinikahi karena sebab tertentu baik selamanya maupun sementara seperti nasab atau sebab lainnya. Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813)

Sedangkan ikhtilat adalah campur baur antara laki-laki dan perempuan tanpa ada pembatas. Sungguh betapa kholwat dan ikhtilath ini telah menjadi biasa di masyarakat kita. Di bus, angkot, kereta, sekolah, tempat kerja penuh dengan kholwat dan ikhtilat. Bahkan di dalam masjid sekalipun banyak orang-orang yang berkholwat dan ikhtilath. Allohu musta’an.

5. Menghindari berjabat tangan atau berpelukan dan berciuman kepada orang yang tidak halal dengannya.

Salah satu kesalahan dalam pergaulan wanita yang harus di koreksi adalah sembarangan berjabat tangan dengan lawan jenis. Hal ini sangat marak terutama menjelang momen Idul Fitri atau di acara perkumpulan lainnya. Rasanya hambar kalau tidak berjabat tangan. Bahkan kebanyakan orang menganggap orang yang tidak mau berjabat tangan dengan orang yang bukan mahromnya dianggap “sok suci”. Padahal inilah ajaran islam yang di bawa nabisholallohu alaihi wasallam. Memang terdapat hadits “Sesungguhnya seorang mukmin apabila bertemu dengan mukmin yang lain, lalu ia mengucapkan salam dan mengambil tangannya untuk menjabatnya, maka akan berguguran kesalahan-kesalahan keduanya sebagaimana bergugurannya daun-daun pepohonan.” (HR. Al-Mundziri dalam At-Targhib 3/270, Al-Haitsami dalam Al-Majma’ 8/36, lihat Ash-Shahihah no. 526)

Namun hadits tersebut tidak bisa kita plintir sesuai kemauan kita. Hadit tersebut merupakan keutamaan berjabat tangan dengan sesama jenis. Kalau tidak tentu akan bertentangan dengan hadits ini.

“Kepala salah seorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Kabir 20/210 dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, lihat Ash-Shahihah no. 226(

Ketika menjelaskan hadist tentang tata cara Rosululloh sholallohu alaihi wasallam membaiat wanita Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rohimahulloh berkata, “Rosululloh sholallohu alaihi wasallam membaiat mereka hanya dengan mengucapkan “Sungguh aku telah membaiatmu”, tanpa beliau menjabat tangan wanita tersebut sebagaimana kebiasaan yang berlangsung pada pembaiatan kaum lelaki dengan menjabat tangan mereka.” (Fathul Bari, 8/811)

Jika kepala seorang ditusuk dengan besi lebih baik dari pada dosa jabat tangan dengan orang yang tak halal dengannya. Lantas bagaimana orang yang berpelukan dan berciuman? Tentu orang yang beriman lebih tahu jawabannya.

6. Berinteraksi seperlunya

Hari ini banyak sekali di dunia maya seperti FB, Twiter, WA, dan jejaring lainnya penuh dengan status wanita sekaligus nomer telpon dan foto-foto pribadinya. Yang lebih miris banyak wanita yang sengaja menyebar foto tabarruj atau komentar genit yang bernada merayu tanpa raya malu.

Sebagai seorang muslimah hendaknya menjaga harga diri ketika harus mengunakan internet untuk satu keperluan. Begitu juga tidak berlebihan sehingga bagaikan suami istri ngobrol di dunia maya. Sungguh pergaulan dunia maya ini sekarang banyak menjebak wanita bahkan dari kalangan aktivis sehingga sering di dapati ungkapan-ungkapan lebay dari mereka kepada orang yang tidak halal untuknya. Yang jelas harus benar-benar hati-hati dalam pergaulan di dunia maya. Jangan berlebihan. Berinteraksilah seperlunya saja untuk keperluan yang benar-benar urgen. Hati-hati setan sangat gampang menjerumuskan kita dalam pergaulan di dunia maya. Sipapun dan sekuat apapun iman kita. Marilah kita berhias dengan rasa malu!

7. Menjauhi tempat-tempat maksiat.

Dalam pergaulan secara umum hendaknya muslimah menghindari tempat-tempat atau acara maksiat karena disitulah setan bermain merekrut mangsanya. Seperti pertunjukkan dangdut, band dan acara sihir/sulap, klub malam, diskotik, bioskop, serta tempat-tempat yang banyak maksiat lainnya. Mendatangi tempat-tempat tersebut sangat rawan melemahkan keimanan seseorang kecuali untuk beramar ma’ruf dan nahi munkar. Sebab kebanyakan yang datang ketempat-tempat tersebut adalah orang-orang yang fajir (suka berbuat maksiat).

Jangan Sampai Kita Menyesal di Akhirat Nanti

Ukhti fillah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta’ala..

 

Renungkanlah firman Alloh berikut :

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا (29)

“Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia”(QS. Al-Furqon [25]: 27-29)

Jangan sampai kelak kita menyesal di hari di mana rasa sesal tidak lagi berguna dan bermanfaat karena salah pergaulan. Insya Alloh jika ketika seorang muslimah memahami dan melaksanakan adab-adab tersebut akan beruntung di dunia dan akhirat ketika menjalin pergaulan.

 

Demikian pembahasan mengenai hijrah dan sahabat. Semoga bermanfaat, apabila ada kekurangan maka itu semata-mata dari kebodohan penulis, tapi jika ada kebaikan maka itu berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Akhirul kalaam. Subhanakallaahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wallahul muwafiq ilaa aqwaamuthooriq

Wasssalaamu ‘alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

 

 

*Dirangkum dari berbagai sumber

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RPP BERDIFERENSIASI DAN SOSIAL EMOSIONAL