HIJRAH DAN SAHABAT
HIJRAH DAN SAHABAT
Oleh : Ratri Gita W.
Assalamu’alaikum wa rahmatullaahi
wabarakaatuh
ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIIN,
NAHMADUHU WANASTAIINU WANASTAGHFIRUHU,,,WANA ‘UUDDZU BILLAHI MIN SYURURI
ANFUSINA WAMIN SSAAYYIATI A`MALINA...MAYYAHDILLAHU FALA MUDHILLALAH
WAMAYUDDHLILHUFALA HAADIYA LAHU.. ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA
MUHAMMADARRASULULLAH ALLAHUMMASALLI ‘ALAA
MUHAMMAD WA ALA ALI MUHAMMAD... AMMA BA`DU.
Sebagai hamba Allah yang beriman marilah kita
panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan
kesehatan iman lahir dan batin kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul
di tempat ini dalam rangka hanya semata-mata menghambakan diri kepada Allah
SWT.
Salawat dan salam tidak lupa kita haturkan kepada
junjungan kita nabi Allah Muhammad SAW yang telah menngantarkan umat manusia
dari peradaaban hidup yang jahiliyah menuju pada peradaban hidup yang
moderen,,,, yg penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti
yang kita rasakan pada saat ini. Semoga kita semua termasuk hambanya yang taat,
yang berhak mendapatkan syafaatnya di hari akhir kelak.
Ukhti fillah yang dirahmati Allah...Dalam
kesempatan ini Perkenankanlah saya untuk menyampaikan kajian dengan tema :
HIJRAH
DAN SAHABAT
Hijrah
menjadi istilah yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan berbagai kalangan.
Secara harfiah, 'hijrah' berarti 'pindah atau bergerak dari satu lokasi ke
lokasi lainnya'. Beberapa kalangan, terutama anak muda yang memiliki kesadaran
baru tentang Islam, mencoba mempromosikan gerakan hijrah.
Hijrah
sebagai sebuah gerakan secara fisik sangat berkaitan dengan gerakan yang
bersifat spiritual. Artinya, keberhasilan berhijrah tidak semata-mata
ditentukan oleh perpindahan fisik, tapi juga ditentukan oleh niat dari
seseorang untuk melakukan perpindahan.
Dalam
konteks modern saat ini, hijrah dipahami sebagai upaya untuk mengubah perilaku
dan mental dengan semangat ke-Islam-an yang baru.
Menjadi
seorang yang lebih baik dari hari sebelumnya memang sudah seharusnya dilakukan.
Dengan berbagai cara yang dilakukan, tujuannya hanya satu yaitu mendapatkan
keberkahan dan kebaikan setelahnya.
Hijrah
menjadi salah satu cara untuk membantu manusia menjadi lebih baik dari
sebelumnya. Tidak mudah memang sebab jalan menuju kebaikan akan ada banyak
hambatan. Namun beberapa hal tetap bisa dilakukan, agar niat kita tetap kuat
dan langkah tetap istiqomah.
Untuk
mendukung hijrah kita maka yang perlu kita lakukan adalah perbanyak ilmu. Ada
banyak ilmu yang harus mulai kita gali. Tak melulu dari satu sumber buku atau
situs di internet. Bahkan tak melulu harus dari dari guru dan satu sumber.
Berpikir secara universal akan membantu kita menjadi lebih tahu banyak hal.
Bahkan yang belum kita tahu sebelumnya. Selain itu, memiliki banyak ilmu
membuat kita akan lebih mudah berpikir secara objektif.
Selain
ilmu, teman akan menjadi pendamping saat kita berhijrah. Mereka yang mau
menerima perubahan kita. menemani kita menggali ilmu baru dan bahkan tidak
meninggalkan kita di kala kita mulai susah adalah teman yang harusnya kita
pertahankan. Kita berhak kendapatkan teman yang sama-sama mau belajar dan
membantu kita istiqomah.
Jika
kita sudah menjadi semakin kuat, jangan lupa berbagi. Bagi temanmu yang ingin
mendapatkan bimbingan darimu maka berilah. Pengalaman dan ilmumu pantas mereka
dengarkan. Dengan berbagi pengalaman dan ilmu. Kamu akan terus kembali
mengingat dan tidak mudah untuk menyerah.
Di
dalam Al Qur’an disebutkan mengenai menjaga silaturrahiim baik dengan saudara
maupun dengan teman.
An-Nisa'
ayat 1
“Wahai
manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang
satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan
dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan
(peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan
mengawasimu.”
Karena
perilakunya yang selalu taat tersebut, akan membawa anda menjadi pribadi yang
taat terutama dalam menjaga kualitas ibadah. Berbekal komponen yang satu ini,
saya yakin anda akan senantiasa terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Az-Zariyat
ayat 56
”Aku
tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
Agar
hijrah kita semakin kuat, maka pilihlah eman yang Jujur
Sosok
yang mengedepankan kejujuran dalam islam tentu saja sangat membantu kita dalam
membentuk karakter atau pun menemukan jati diri. Teman yang menjunjung tinggi
sifat jujur, pasti akan sangat terbuka dengan kita mengenai apapun yang
berhubungan dengan kita.
Jika
ia tidak suka maka ia akan berkata tidak suka dan kemudian menjelaskan mengapa
ia tidak suka. Nah perbuatan seperti ini meskipun pahit jika diucapkan, namun
nantinya tidak akan menimbulkan kesalah pahaman yang justru sangat beresiko
pada perpecahan karena munculnya kecurigaan antara kita.
Kemudian,
pilihlah teman yang bertanggung Jawab
Rasa
tanggung jawab memang sangat dibutuhkan dalam hal menjalin hubungan pertemanan.
Misalnya saja saat teman kita meminjam buku untuk mengerjakan tugas. Namun saat
proses peminjaman tersebut berjalan, ternyata buku anda hilang dan teman kita
tersebut acuh-tak acuh. Perilaku kurang bertanggung jawab seperti ini tentu
saja akan membuat anda menjadi jengkel. ayat Al-Qur'an tentang tanggung jawab
pun juga sudah sangat jelas banyak efek baiknya dibandingkan buruknya
Nah
untuk itu teman yang mengedepankan rasa tanggung jawab, sangat baik anda
jadikan sebagai teman. Karena apapun itu kegiatan atau pun aktvitas yang anda
percayakan, pasti akan dikerjakan atau pun dijaga dengan penuh rasa tanggung
jawab.
Berikutnya
pilihlah teman yang amanah. Seorang teman yang mempunyai sifat amanah dalam
islam, pasti akan memperhatikan dengan baik apa yang anda titipkan atau pun
percayakan kepadanya. Misalnya saja saat anda sedang mengalami masalah dan
membutuhkan sosok teman untuk meringankan beban anda setelah anda menceritakannya.
Di
sinilah letak kepercayaan terhadap amanah yang anda titipkan kepadanya. Jika
teman anda amanah, maka dia akan berusaha untuk tidak memberitahukan masalah
anda kepada orang lain, karena siapa tau masalah tersebut adalah aib yang tidak
baik jika diumbar ke sembarang orang.
Langkah
berikutnya pilihlah teman yang menghormati Orang Tua. Rasa hormat yang selalu
ditunjukkan oleh teman anda kepada orang tuanya akan sangat berperan positif
dalam membentuk kepribadian anda. Dengan menghormati kedua orang tua, segala
kesulitan yang akan dialami pasti akan mampu terlewati dengan baik karena
doa-doa baik yang dipanjatkan oleh orang tua. Dan sebaliknya jika perilaku
teman anda buruk kepada kedua orang tuanya, sangat menentukan kepribadian buruk
yang akan menular ke anda.
Selanjutnya
Pilihlah Teman yang Tulus. Mencari teman yang tulus memang tidak mudah, namun
sifat yang satu ini sangat anda butuhkan. Dengan adanya ketulusan, maka setiap
bantuan yang diulurkan kepada anda akan dilakukannya dengan senang hati tanpa
mengharapkan imbalan.
Kemudian
pilihlah Teman yang Bijaksana. Teman yang mempunyai kebijaksanaan yang baik,
tentu saja akan sangat pandai menentukan mana perbuatan yang baik dan mana yang
tidak tanpa harus menutup -- nutupi kenyataan yang sebenarnya. Dengan
kebijaksanaan ini akan membentuk karakter adil dalam diri anda.
Lantas
pilihlah Teman yang Pintar. Kepintaran memang sangat didambakan bagi setiap
orang. Dengan anda dekat kepada teman yang mempunyai keunggulan dalam bidang
akademis, maka akan membuat anda menjadi tertular sedikit demi sedikit
kepintarannya berkat pemikiran --
pemikiran positif.
Teman
yang Mengedepankan Kebaikan Untuk kita juga perlu kita pilih. Dari Abu Hamzah,
Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah shallallahu`alaihi wa
sallam, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, beliau bersabda,
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk
saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri. (Riwayat Bukhari dan
Muslim).
Kemudian
pilihlah Teman yang Menjunjung Silaturahmi. keutamaan menyambung tali
silaturahmi memang sangat baik untuk dilakukan di dalam islam. Meskipun anda
sudah jarang bisa bertemu dengan teman anda karena sama -sama sedang
memperjuangkan masa depan, namun teman yang menjunjung silaturahmi pasti akan
selalu berusaha untuk menjaganya.
memilih
Teman yang Tidak Sombong pun perllu kita lakukan. sifat sombong dalam islam
akan membawa kepada kehancuran. Teman yang mempunyai sifat sombong akan sangat
merugikan bagi anda. Kesombongan yang ditunjukkannya akan membuat anda menjadi
iri dan cenderung akan memaksakan diri anda untuk melakukan hal -- hal di luar
batas kemampuan yang merugikan bagi anda tentunya.
Pilihlah
Teman yang Tidak Suka Mencela Orang Lain. Kebiasaan menghardik orang lain akan
membuat diri anda menjadi terbiasa untuk melakukan perbuatan tersebut. Tanpa
anda sadari perbuatan ini akan menimbulkan sakit hati pada sebagian orang dan
nantinya akan merugikan bagi anda jika ia merasa terdzolimi. Karena doa orang
terdzolimi akan diijabah oleh Allah.
Teman
yang Mandiri juga sangat baik untuk kita. Kemandirian tentu saja sangat
berpengaruh pada kehidupan di masa yang akan datang. Dengan bersikap mandiri
anda tidak akan menggantungkan hidup anda kepada orang lain (menjadi benalu),
melainkan anda akan berusaha sendiri mati matian untuk mendapatkan kesuksesan.
Mmeiliki
teman yang Selalu Menginginkan Kebaikan Bagi kita adalah anugerah.
Dari
Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah shallallahu`alaihi
wa sallam, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, beliau bersabda,
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk
saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri." (Riwayat Bukhari
dan Muslim)
Manfaat
Berteman dengan Orang yang Shalih
Berteman
dengan teman yang shalih, duduk-duduk bersamanya, bergaul dengannya, mempunyai
keutamaan yang lebih banyak dari pada keutamaan duduk dengan penjual minyak
wangi. Karena duduk dengan orang shalih bisa jadi dia akan mengajari kita
sesuatu yang bermanfaat untuk agama dan dunia kita serta memberikan
nashihat-nashihat yang bermanfaat bagi kita. Atau dia akan memberikan
peringatan kepada kita agar menghindari perkara-perkara yang membahayakan kita.
Teman
yang shalih senantiasa mendorong kita untuk melakukan ketaatan kepada Allah,
berbakti kepada orang tua, menyambung tali silaturrahim, dan mengajak kita
untuk senantiasa berakhlak mulia, baik dengan perkataannya, perbuatannya,
ataupun dengan sikapnya. Sesungguhnya seseorang akan mengikuti sahabat atau
teman duduknya, dalam hal tabiat dan perilaku. Keduanya saling terikat satu
sama lain dalam kebaikan ataupun yang sebaliknya. (Bahjah Quluubil Abrar, 119)
Jika
kita tidak mendapat manfaat di atas, minimal masih ada manfaat yang bisa kita
peroleh ketika berteman dengan orang yang shalih, yaitu kita akan tercegah dari
perbuatan-perbuatan jelek dan maksiat. Teman yang shalih akan selalu menjaga
persahabatan, senantiasa mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, berusaha
menghilangkan keburukan. Dia juga akan menjaga rahasia kita, baik ketika kita
bersamanya maupun tidak. Dia akan memberikan manfaat kepada kita berupa
kecintaannya dan doanya pada kita, baik kita masih hidup maupun setelah mati.
(Bahjatu Quluubil Abrar, 119)
Sungguh
manfaat berteman dengan orang yang shalih tidak terhitung banyaknya. Dan
begitulah seseorang, akan dinilai sesuai dengan siapakah yang menjadi teman
dekatnya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Seseorang
itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang
menjadi teman dekatnya." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh
Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)
Demikian
pembahasan mengenai hijrah dan sahabat. Semoga bermanfaat, apabila ada kekurangan
maka itu semata-mata dari kebodohan penulis, tapi jika ada kebaikan maka itu
berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Akhirul
kalaam. Subhanakallaahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta
astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Wallahul
muwafiq ilaa aqwaamuthooriq
Wasssalaamu
‘alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
*****Dirangkum
dari berbagai sumber*****
Komentar
Posting Komentar